Dua Gelar Lagi dari Tokyo

21 September 2008 at 10:54 pm 5 komentar

Indonesia kembali panen dua gelar di Jepang Terbuka hari ini setelah seminggu sebelumnya juga memanen jumlah yang sama di Taipei. Dua kemenangan di Tokyo, Jepang dipersembahkan oleh wakil yang tidak terduga kemenangannya, yakni Muhammad Rizal/Vita Marissa atas Nova Widianto/Lilyana Natsir, dan Sony Dwi Kuncoro atas Lee Chong Wei (Malaysia).

Semua pertandingan final yang berlangsung di ibukota negeri sakura ini berlangsung ketat. Partai ganda campuran yang memulai hari final pun ditunggu oleh semua khalayak karena Rizal/Vita adalah pasangan yang baru bermain bersama di ajang ini. Pertandingan mereka tidak berlangsung seperti latihan di Cipayung, tetapi lebih seperti pertarungan panas dan sengit dimana kedua pasangan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya.

Di set pertama, Rizal terlihat seperti kurang mantap dalam bermain sehingga permainannya pun kurang luwes. Tidak sedikit pun Nova/Lilyana memberi kesempatan sampai set pertama ditutup 21-14.

Untunglah Rizal kembali kepada permainannya yang biasa di set kedua. Gelegar smesnya pun berhamburan. Walaupun pertahanan Nova/Lilyana termasuk kokoh, tetapi toh tak mampu menahan semua gempuran tersebut. Kalah 2-4 di awal set, Rizal/Vita menyamakan kedudukan menjadi 5-5, dan terus melaju meninggalkan pasangan sejawat mereka sampai 21-15.

Di set ketiga, pertarungan terlihat lebih ketat; mungkin karena kedua pasangan sudah mulai terbiasa dengan permainan lawan. Tetapi dari awal set Rizal/Vita sudah memimpin lebih dahulu. Keunggulan pasangan ini juga banyak didukung oleh keahlian permainan net Vita, selain oleh gempuran keras Rizal. Walaupun Nova/Lilyana berhasil menyamai kedudukan di 3-3 dan lalu 8-8, tetapi mereka tidak berpeluang sekalipun untuk memimpin angka. Serang, tahan, posisi bola sulit, ambil dengan cekatan dan seksama – pertandingan berjalan amat ketat.

Dan kejutan itu pun terjadi. Nova/Lilyana, unggulan pertama dan yang diunggulkan menang atas Rizal/Vita ternyata harus mengakui kekalahan mereka ketika kalah 19-21 di set ketiga tersebut.

“Saya senang bisa menang dalam kejuaraan ini,” kata Rizal usai pertandingan. Inilah kali pertama Rizal menjadi juara di kelas Super Series sejak bergabung dengan pelatnas sejak bertahun-tahun yang lalu dan berpasangan dengan Greysia Polii.

Kejutan berlanjut ketika setelah Rizal/Vita menang, pemain yang juga tidak diunggulkan di tunggal putri, Wang Yihan, menang atas unggulan ketujuh asal Hong Kong, Zhou Mi, 21-19, 17-21, 21-15; dan Sony Dwi Kuncoro menang atas unggulan pertama asal Malaysia, Lee Chong Wei dengan skor 21-17, 21-11.

Sempat ketinggalan jauh, 12-16 di set pertama, Sony yang tetap fokus dan – seperti biasa – tidak memperlihatkan emosinya itu terus mengejar Chong Wei dan akhirnya berhasil merenggut lima angka sekaligus memimpin kedudukan menjadi 17-16.

Pertandingan berlangsung menegangkan karena kedua pemain bertipe mirip, yakni, tipe sabar dan tidak emosional. Chong Wei lebih banyak bermain di net yang menjadi kekuatannya, sedangkan Sony banyak bermain clear. Sony membuktikan bahwa pukulan clear pun dapat menjadi maut jika mampu secara akurat dijatuhkan sangat dekat atau bahkan tepat di garis batas – yang biasanya membuat lawan bingung untuk mengambil atau tidak.

Set pertama pun ditutup Sony dengan susah payah dan lewat kejar-kejaran angka yang menegangkan. Di set kedua, Chong Wei yang sedang mengalami cedera ringan di tangan kanannya itu tetap berusaha mempertahankan gelar yang direbutnya tahun lalu itu, tetapi ternyata Sony yang sedang penuh api semangat terlihat bagai tembok tebal yang sulit dirobohkan. Set kedua jatuh ke tangan Sony dengan skor 21-11, jauh lebih mudah daripada set pertama. Inilah kemenangan kedua Sony di ajang Super Series setelah dia menyingkirkan Simon Santoso di final Indonesia Super Series 2008; dan pengulangan kemenangan atas Chong Wei yang Sony lakukan di Kejuaraan Dunia 2007 lalu.

Dua gelar selanjutnya jatuh ke tangan pasangan ganda putra Denmark, Lars Paaske/Jonas Rasmussen dan ganda putri muda Tiongkok, Cheng Shu/Zhao Yunlei. Lars/Jonas yang menang atas Muhammad Ahsan/Bona Septano kembali mengukuhkan kekuatan Denmark di ganda putra setelah sejawatnya, Mathias Boe/Carsten Mogensen merebut gelar ganda putra di Taipei Terbuka minggu lalu.

Dan kali ini Malaysia harus gigit jari. Walaupun berhasil memiliki dua finalis, yakni Lee Chong Wei (tunggal putra) dan Chin Eei Hui/Wong Pei Tty (ganda putri), tapi keduanya juga gagal merebut gelar dengan cukup menggegerkan. Chong Wei kalah dari lawan yang selalu dia kalahkan sebelumnya (kecuali sekali di Kejuaraan Dunia tahun lalu); sedangkan Chin/Wong yang adalah unggulan keempat kalah dari non-unggulan.

Maraton turnamen internasional bulutangkis masih akan berlanjut. Dua hari lagi, 23 September 2008, China Masters Super Series akan dimulai, dan langsung dilanjutkan dengan Macau Grand Prix Gold Terbuka dan Bitburger Grand Prix Terbuka (Belanda) yang dimulai 30 September 2008. Bulan depan pun masih padat, dari Belanda Grand Prix Gold (14-19 Oktober), Denmark Super Series (21-26 Oktober), sampai Perancis Super Series (28 Oktober – 2 November). Ini belum termasuk Bulgaria Grand Prix yang diadakan pada 7-12 Oktober, jika Indonesia juga mengirim pasukan kesini.

Entry filed under: Turnamen. Tags: , , , , , , , , , , , , , , .

China Masters Kalah Pamor dari Jepang Terbuka Atlit Indonesia di Turnamen September Selanjutnya

5 Komentar Add your own

  • 1. nawa  |  27 September 2008 pukul 6:00 pm

    ini mungkin tahun buat kak maria dan kak sony untuk sukses. itu terbukti dari permainan mereka yang semakin bagus dan matang. buat yang lain jangan mau kalah dengan mereka buktikan kalau kalian juga bisa menjadi juara pembulutangkis indonesia. untuk semua atlet semoga sukses dan maju terus

    Balas
  • 2. semangat1910  |  28 September 2008 pukul 10:10 pm

    LILYANA LAGI APES SABAR !!!

    Balas
  • 3. opel  |  14 Oktober 2008 pukul 2:23 pm

    keren bangat tuh pasangan baru Indonesia kak viat/rizal
    salut d buay mereka berua
    semoga bisa menang terus ya
    trus kak vita jangan gantung raket dulu, coz prestasi k3 bisa lebih baik dari itu
    trus lagi gananya juga harus bisa menang ya……!!!

    Balas
  • 4. opel  |  14 Oktober 2008 pukul 2:25 pm

    gw benar2 suka ngeliat kak vita
    palagi kalau ia lagi main ma kak liliana
    kak vita pokoknya is the best!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Balas
  • 5. Wheidia  |  28 Mei 2009 pukul 6:20 pm

    Kak sony hebat trz..semangat.
    Permainanx emang bgt tenang,tapi KEeren bgtz..
    And leh g’ minta alamat Fs or email, faceboo or no hpx..aq ngefen bgt

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

%d blogger menyukai ini: