Kembalinya Api Semangat Bulutangkis Dalam Negeri

1 Juli 2007 at 12:36 pm 1 komentar

Hari ini adalah hari terakhir berlangsungnya perhelatan bulutangkis nasional terheboh selama ini, Superliga Badminton Indonesia (SBI) 2007. Pertama kalinya diadakan di Indonesia, turnamen ini dimaksudkan untuk mengobarkan kembali semangat dan kecintaan terhadap olahraga kebanggaan Ibu Pertiwi, bulutangkis. Awal yang bagus, dan cantik, menurut saya.

Dengan adanya SBI, banyak orang melihat eksistensi banyaknya klub berkualitas di seantero negeri ini. Tidak hanya di Jawa (walaupun mayoritas masih di pulau ini), tetapi ada pula klub pelatihan yang mumpuni di pulau lain sehingga tunas muda luar Jawa tidak perlu jauh-jauh ke Jawa untuk mengasah kemampuan bulutangkisnya. Tetapi tentunya ini masih harus didukung dengan aktivitas tim pelatnas Cipayung yang ketika mencari bibit unggul, harus pula mencarinya pula di luar Jawa.

Dengan adanya SBI, para atlit pun dapat ‘bekerja’ dan mendapat ‘upah’ seperti layaknya yang terjadi di profesi lainnya.

Dengan adanya SBI, kemampuan atlit domestik pun juga dapat lebih terasah dan terjajal, apalagi dengan semakin ketatnya persaingan di tingkat dunia. Seperti misalnya turnamen BWF tingkat Super Series yang hanya bisa diikuti oleh Top 28 dunia, sedangkan sisanya harus merangkak lewat kualifikasi. Hal ini tentunya membuat pemain-pemain muda kesulitan untuk mencoba menjajal kemampuan dengan pemain kelas atas. Dengan adanya SBI yang juga turut menghadirkan pemain papan atas dunia dari luar negeri, pemain generasi selanjutnya pun dapat mencicipi permainan level dunia.

Diadakannya SBI di GOR Sumatri Brojonegoro, Kuningan, dan di Gading Sportsmall sangat tepat. Daripada mencoba menarik penonton ke lingkungan yang berbau sangat ‘olahraga’, misalnya di Senayan, panitia memasukkan olahraga ini ke daerah keseharian masyarakat: daerah perkantoran Rasuna Said pada saat perhelatan berlangsung di hari biasa, dan di Gading Sportsmall untuk final yang berlangsung di akhir minggu (daerah Kelapa Gading cukup menarik minat banyak orang untuk datang pada saat akhir minggu).

Walaupun final putri ‘sepi’ penonton, tetapi tentunya ini tidak boleh dijadikan batu sandungan. Sebaliknya, jadikan masukan untuk dapat menghebohkan lebih lagi SBI di masa depan.

Tahun ini tahun 2007. Tahun depan adalah tahun olimpiade. Mungkin sedikit terlambat untuk memulai segala kampanye ini untuk menyongsong Olimpiade Beijing 2008. Tetapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali?

Saya percaya, SBI mampu memberikan dampak besar pada perbulutangkisan Indonesia, dan mampu sedikit banyak menarik kembali minat masyarakat untuk mendukung para atlit tepok bulu ketika bertarung di tingkat internasional.

Hanya saja, ayo dong PBSI dan Cipayung. Jangan hanya menunggu tunas muda jatuh dari langit. Kalian pun harus aktif mencari sampai ke pelosok negeri. Dirikan pusat pelatihan di berbagai daerah sebagai cabang dari pelatnas Cipayung. Adanya klub memang menjanjikan, tetapi adanya klub DAN cabang pelatnas akan lebih menjanjikan lagi.

Entry filed under: Opini. Tags: .

Atlit Indonesia di Belanda Terbuka

1 Komentar Add your own

  • 1. septyy  |  25 Juli 2007 pukul 10:48 am

    Menurut pendapat saya sihhh, di tengah-tengah keterpurukkan perolahragaan2 di indonesia. ada secercah harapan untuk indonesia kembali menjadi bangsa yang patut di segani oleh berbagai negara daalm cabor badminton ini. coba saja kita tengok ganda campuran kita???? perjuangan mereka, dedikasi mereka layak baHKAN wajib diajungi jempol

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juli 2007
S S R K J S M
    Okt »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d blogger menyukai ini: