Rian di Singapura: Belajar untuk Lebih Berani
16 Juni 2010 at 3:44 pm 4 komentar
Sosok berbadan tinggi besar itu melangkah keluar dari lapangan. Pasangannya terlihat lesu dan setelah tidak lama berjalan menjauhi lapangan, ia merebahkan dirinya di lantai terdekat. Ia terlihat lelah.
……
Photo Courtesy of Elina Ciptadi, Singapore
Rian Sukmawan tetap terlihat segar walaupun tidak tertutup rasa kecewanya setelah kalah di babak pertama Singapore Open Super Series 2010. Berpasangan dengan Yonatan Suryatama Dasuki, mereka kalah dari pasangan Korea, Yoo Yeong Seon/Ko Sung Hyun. Kalah 14-21 dan 16-21, Rian menceritakan apa yang terjadi.
“Dari awal kita memang kurang berani,” ujarnya memulai ceritanya. “Pelatih bilang jangan banyak menunggu bola, tetapi praktek di lapangannya tentu saja tidak mudah.”
Istilah “berani” memang terkadang rancu. Di satu titik hal ini berarti harus bermain lebih agresif, dan berani melakukan penempatan bola ke tempat-tempat “aneh” yang mungkin beresiko keluar garis atau menempel di net. Di sisi lain, berani dapat melenceng menjadi “terburu-buru” yang biasanya mengurangi akurasi permainan.
“Pada saat terima servis kita sering buru-buru,” lanjut Rian yang diikuti dengan anggukan Yoke, nama panggilan Yonatan.
Di Singapore Open Super Series, Rian/Yonatan baru pernah maju sampai ke babak kedua. Rencananya mereka ingin langsung bisa pulang ke Jakarta agar bisa segera bersiap untuk Indonesia Open Super Series 2010 yang akan dimulai minggu depan.
Entry filed under: Atlit, Turnamen. Tags: atlet, Atlit, badminton, Bulutangkis, hasil, indonesia, profil, rian sukmawan, singapore open super series 2010, yonatan suryatama dasuki.
4 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
Spiderx | 17 Agustus 2010 pada 6:15 am
Saya mengikuti blog ini semenjak tahun 2008, tp sayang sekarang sudah jarang di update.
2.
Dania | 18 Agustus 2010 pada 12:47 pm
Terima kasih untuk dukungannya selama ini. Admin akan berusaha untuk kembali mengupdate sebaik2nya. Dalam waktu dekat, blog ini akan kembali berisi cerita-cerita seputar bulutangkis. Salam.
3.
ibnuanhar2 | 17 Agustus 2010 pada 6:18 am
Denger2 Rian mau pindah ke negeri tetangga, bener gak ?
4.
Laminar | 20 Agustus 2010 pada 12:40 am
Belum ada kabar langsung mengenai itu. Saat ini Rian masih menjadi salah satu tulang punggung ganda putra Pelatnas Indonesia.