Archive for 16 Juni 2010
Rian di Singapura: Belajar untuk Lebih Berani
Sosok berbadan tinggi besar itu melangkah keluar dari lapangan. Pasangannya terlihat lesu dan setelah tidak lama berjalan menjauhi lapangan, ia merebahkan dirinya di lantai terdekat. Ia terlihat lelah.
……
Photo Courtesy of Elina Ciptadi, Singapore
Rian Sukmawan tetap terlihat segar walaupun tidak tertutup rasa kecewanya setelah kalah di babak pertama Singapore Open Super Series 2010. Berpasangan dengan Yonatan Suryatama Dasuki, mereka kalah dari pasangan Korea, Yoo Yeong Seon/Ko Sung Hyun. Kalah 14-21 dan 16-21, Rian menceritakan apa yang terjadi.
“Dari awal kita memang kurang berani,” ujarnya memulai ceritanya. “Pelatih bilang jangan banyak menunggu bola, tetapi praktek di lapangannya tentu saja tidak mudah.”
Istilah “berani” memang terkadang rancu. Di satu titik hal ini berarti harus bermain lebih agresif, dan berani melakukan penempatan bola ke tempat-tempat “aneh” yang mungkin beresiko keluar garis atau menempel di net. Di sisi lain, berani dapat melenceng menjadi “terburu-buru” yang biasanya mengurangi akurasi permainan.
“Pada saat terima servis kita sering buru-buru,” lanjut Rian yang diikuti dengan anggukan Yoke, nama panggilan Yonatan.
Di Singapore Open Super Series, Rian/Yonatan baru pernah maju sampai ke babak kedua. Rencananya mereka ingin langsung bisa pulang ke Jakarta agar bisa segera bersiap untuk Indonesia Open Super Series 2010 yang akan dimulai minggu depan.

Komentar Anda