Indonesia Open 2009: Persaingan Ketat, Nihil Gelar

21 Juni 2009

Tahun ini Indonesia harus gigit jari karena tidak ada gelar yang jatuh ke tangan sendiri di perhelatan Djarum Indonesia Open Super Series 2009. Tunggal putra jatuh ke Malaysia, tunggal putri ke Indonesia, ganda putra ke Korea (Selatan), ganda putri ke Malaysia (lagi), dan ganda campuran ke Tiongkok.

PBSI akan melakukan evaluasi. Tetapi secara garis besar, memang persaingan tahun ini luar biasa menekan. Sekitar 80% dari pemain 10 besar dunia dari kelima partai turut serta di ajang ini. Tentu saja ini berbeda jauh dari Indonesia Open tahun lalu dimana banyak pemain papan atas yang absen karena berkonsentrasi untuk persiapan Olimpiade Beijing.

Lalu apakah ini berarti Indonesia tidak siap?

Tidak juga. Banyak faktor yang mempengaruhi. Tingkat persaingan. Cedera. Usia. Mental. Konsentrasi. Angin. Keberuntungan…

Contohnya, Markis Kido/Hendra Setiawan yang melawan Lee Yong Dae/Jung Jae Sung di semifinal partai ganda putra. Kedua pasangan sama hebatnya, sama kuatnya, sama kokohnya. Tetapi Kido yang sempat mengalami cedera lutut parah tidak dapat melakukan jumping smash sebanyak dan sekuat yang dulu pernah ia lakukan. Ditambah lagi mereka sempat melakukan rotasi formasi: Kido di depan (biasanya di belakang) dan Hendra di belakang (biasanya di depan). Dari dua faktor ini saja sudah cukup membuat posisi Markis/Hendra melemah dibandingkan Lee/Jung yang prima.

Atau Nova Widianto/Lilyana Natsir yang gugur di tangan sang juara, Zheng Bo/Ma Jin karena faktor stamina Nova yang tergerus usia. “Umur tidak bisa dibohongi,” kata Nova.

Atau Adrianti Firdasari yang bermain begitu apik dan prima, tetapi akhirnya harus menyerah pada cedera ankle kaki kanannya; setali tiga uang dengan Mohammad Ahsan (ganda putra) yang mengalami cedera punggung padahal ia bermain begitu dahsyat di awal pertandingan babak pertama tersebut.

Satu hal yang pasti, para pemain kita sudah memberikan yang terbaik.

Dan satu kabar baiknya adalah … pssst … Tiongkok hanya mampu merebut satu gelar juara padahal memiliki finalis di empat partai. Tanda-tanda keruntuhan dominasi Tiongkok kah?

Hasil Djarum Indonesia Open Super Series 2009

Tunggal putra: Lee Chong Wei (MAS/1) bt Taufik Hidayat (INA/5)

Tunggal putri: Saina Nehwal (IND/6) bt Wang Lin (CHN/3)

Ganda putra: Lee Yong Dae/Jung Jae Sung (KOR/6) bt Fu Haifeng/Cai Yun (CHN/5)

Ganda putri: Wong Pei Tty/Chin Eei Hui (MAS/1) bt Cheng Shu/Zhao Yunlei (CHN/2)

Ganda campuran: Zheng Bo/Ma Jin (CHN/5) bt Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (KOR/2)

Entry Filed under: Atlit, Opini, Turnamen. Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , .

10 Comments Add your own

  • 1. 4lex0  |  21 Juni 2009 at 9:01 pm

    iyeh parah bgt indo nie sekarang ini…ayo bangkit indonesia ku

    Balas
  • 2. tika  |  22 Juni 2009 at 2:48 pm

    iya niy.. aku sedih banget indonesia g dpt gelar…
    apalagi waktu jagoan aku hendra&kido kalah…
    ayo donk indonesia bangkit,,jgn mau kalah ama cina&malaysia!!!!

    semangadh…semangadh bwat pahlawan2 qta..
    chayo terus!!!!!!!!!!!

    Balas
  • 3. fany  |  22 Juni 2009 at 6:41 pm

    AYOOOOOO INDONESIA!!!!!!! SEMANGAT!!!!!!!
    YOO….AYO……AYO INDONESIA……KUINGIN……KITA PASTI MENANG!!!!!!!!!!!

    Balas
  • 4. dina  |  23 Juni 2009 at 1:09 am

    ga jg…
    pemain china kebanyakan juniornya yg turun kmrn…
    pemain2 seniur kyk lin dan atau bao chun lai ga ada yg berpartisipasi…cm ganda putra yg turun senirnya itu jg krn mereka (mungkin) memperhitungkan ganda korea…
    ada kbr jg yg blng kl indonesia/jakarta open udah ga gt bergengsi..

    salut bt pemain india…debut pertama menghasilkan medali emas…
    kpn indonesia berjaya lg???
    bosen china ml yg pegang kendali…

    Balas
    • 5. Dania  |  23 Juni 2009 at 4:02 pm

      klarifikasi aja:

      lin dan kmrn maen, tp kalah (ato mengalah) dr Chen Jin. Xie Xingfang jg maen, kalah jg (ato mengalah) dari Wang Lin. Zheng Bo, Zhang Yawen, Xie Zhongbo, itu semuanya pemain senior.

      Kalo soal bergengsi, indo open msh bergengsi bgt dong, krn kalo nggak, top players of the world ga akan turun ke Jkt kmrn. mungkin yg kurang bergengsinya adl dr ktnya sendiri, krn nihil gelar

      Balas
  • 6. rahma  |  23 Juni 2009 at 9:18 am

    ayO…Indonesia…BANGKIT..!!!!!!!!!!

    jgn mo kalah ma negara laen…..

    semangaT……!!!!!!!!

    Balas
  • 7. Rara  |  23 Juni 2009 at 2:11 pm

    indonesia harus bangkit dari ketidakPDan…!!! Indonesia pasti bisa…!!!

    jangan takut dgn besaR negara lain.

    kita Semua Selalu suport dan B’doa buat Timnas Indonesia.

    WE LOVE U ALL TIMNAS INDONESIA…….!!!!!

    HIDUP INDONESIAKU….!!!!!

    Balas
  • 8. luzzy  |  23 Juni 2009 at 3:25 pm

    Indonesia skrg g kyk dulu neh… emg parah banget. dulu tim putra apalgi ganda putra Indonesia jagonya, sekarang kalah melulu. pelatih Indonesia aja latih atlet di luar. jadi negara laen yg pinter euy… :( Yg mulai bangkit kayanya Malaysi neh….

    Balas
  • 9. nuri  |  29 Juni 2009 at 7:26 pm

    Ihi yong dae emang cakep bgt

    Tp gmnpun te2p dukung Indonesia kok

    Balas
  • 10. euncha  |  30 Juni 2009 at 6:39 pm

    indonesiaku, ada apakah gerangan denganmu ?

    tenang aq akan datang menyelamatkanmu BrrrrrrrSEMANGAT…!!!!!!

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori Artikel

Artikel Terakhir

Komentar Anda

Agus Tular di TV dan “Masalahnya…
taufik fajar prasety… di Rangking Atlet Indonesia (6 Ag…
zoe di Ahsan, Putra Kebanggaan P…
triyana di Jadwal Turnamen Mei/Juni …
diyah sweet.........… di Atlit Bulutangkis Indonesia: Y…

Kalender

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Bulutangkis

Non-Bulutangkis