Kemajuan India yang Luar Biasa
5 Oktober 2008
Di Bitburger Open kali ini, kita perlu menyimak lebih jauh negara asal bajaj ini. Di final Bitburger Open Grand Prix (GP) ini, India berhasil menaruh empat finalis (alias semua finalisnya lolos ke final) dan mengamankan gelar juara di tunggal putra dengan lolosnya Chetand Anand (unggulan keempat) dan Arvind Bhat (unggulan ketujuh) ke final.
Dua wakil lainnya juga tidak kalah mengejutkan. Wakil tunggal putri, Aditi Mutatkar lolos ke final setelah menundukkan unggulan kedua, Juliane Schenk di semifinal kemarin. Juliane adalah penjegal Rosaria Yusfin Pungkasari di perempat final. Sedangkan di ganda campuran – partai yang selama ini bukan menjadi keahlian India – tiba-tiba muncullah nama Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta. Yang menghebohkan adalah lolosnya mereka ke final dengan mengalahkan harapan Djarum, unggulan keenam, Rendra Wijaya/Meiliana Jauhari lewat pertandingan menegangkan, 18-21, 21-13, 26-24.
Dari total 11 wakil berbendera India, empat di antaranya lolos ke final. Itu berarti persentase keberhasilan wakil mereka untuk lolos sampai ke final adalah 36,4%. Bandingkan dengan negara adidaya bulutangkis lainnya yang juga mengirim wakil ke Bitburger. Indonesia angkanya ‘hanya’ 18,2% dimana dari total 11 wakil pula, hanya dua yang lolos ke final, atau Denmark dengan persentase 21,4%.
Jika dilihat dari kalender Asosiasi Bulutangkis India (BAI), aktifitas domestik mereka cukup padat, mulai dari pertandingan lokal, pelatihan (coaching), sampai latih tanding ke luar negeri. Mereka bahkan sudah membentuk tim atlit untuk Kejuaraan Commonwealth tahun 2010, dan Olimpiade London 2012. BAI juga memberikan hadiah uang kepada rangking tertinggi di India, baik untuk yang junior maupun yang senior. Latih tanding luar negeri mereka biasa dilakukan di Indonesia, Malaysia, atau Singapura – notabene negara kuat bulutangkis. Dengan agenda yang demikian padat tapi menggiurkan, tidak heran mulai banyak masyarakat India yang menoleh ke bulutangkis untuk dijadikan sebagai karir serius.
Memang turnamen ini tidak sepenuhnya membuktikan bahwa India tinggal selangkah lagi menjadi negara besar di olahraga tepok bulu ini karena Tiongkok, Korea, dan Malaysia absen di Bitburger, tetapi Denmark, Inggris, dan Jerman juga bukanlah lawan enteng. Dapat dikatakan bulutangkis India saat ini bagaikan benih unggulan yang tumbuh subur. Bukannya tidak mungkin suatu hari nanti mereka akan tumbuh menyejajari tumbuh-tumbuhan lain yang sudah lebih dahulu kokoh tinggi dan besar.
Dan, fakta baru pun terungkap bagi Indonesia, bahwa lawan kita sudah bukan lagi sekedar negara yang itu-itu saja (Tiongkok, Korea, Malaysia, Denmark, Inggris). Pertanyaannya adalah: “Siapkah kita?”
Entry Filed under: Opini, Turnamen. Tag: atlet, Atlit, badminton, bitburger, bitburger open, Bulutangkis, cipayung, final, india, indonesia, pbsi, pelatnas, semifinal.
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Nimank buol | 5 Mei 2009 at 8:52 am
Indonesia harus maju jangan kalah sama negara lain.