Archive for Oktober, 2008
Denmark SS’08: Markis/Hendra Tak Tergoyahkan
Gelar Tersebar ke Empat Negara
Pasangan ganda putra nomor satu dunia, Markis Kido/Hendra Setiawan kembali meraih sukses di Denmark Super Series 2008 yang berakhir kemarin. Mereka menang tipis 21-18, 21-19 dari pasangan rombakan Tiongkok, Fu Haifeng/Shen Ye. Empat gelar lainnya jatuh ke tangan Denmark (2), Malaysia (1), dan Tiongkok (1).
Pertandingan final dua set ganda putra kemarin berlangsung sangat ketat dan menegangkan. Mereka bergantian setir, berkejaran nilai, dan perbedaan skor tidak pernah lebih dari tiga butir. Di set pertama bahkan Fu/Shen sempat memimpin di angka kritis, yakni 17-14 sebelum Markis/Hendra tancap gas, merebut enam angka sekaligus untuk berada di posisi match point, 20-17. Fu/Shen hanya sempat menambah satu angka sebelum set pertama ditutup Indonesia, 21-18.
Set kedua pun berlangsung sama serunya. Ketika Indonesia memimpin 10-7, tiba-tiba Fu/Shen memborong lima poin sekaligus dan membalik kedudukan menjadi 12-10. Inilah titik mula panasnya set kedua karena mereka mulai mendekati angka kritis sedangkan angka terpaut tipis. Mereka terus berkejaran beda satu-dua angka, bertukaran ‘kursi sopir’, sampai seimbang di 19-19.
Reli-reli selanjutnya sangat menentukan sehingga kedua pasangan bermain penuh konsentrasi untuk menyerang sekaligus bertahan penuh. Dua reli terakhir berlangsung lama, menegangkan, dan menyumbat nafas penonton. Walaupun akhirnya Markis/Hendra menang 21-19, tetapi luapan kegembiraan dan apresiasi penonton kepada Fu/Shen tidak kalah hebat.
Fu dan Shen adalah atlit lama ganda putra yang dirombak setelah Olimpiade Beijing 2008. Sebelumnya Fu berpasangan dengan Cai Yun dan mereka adalah pasangan ganda putra utama Tiongkok yang merebut medali perak di Beijing kemarin. Perombakan ini bisa jadi dilakukan karena usia Cai yang sudah tidak ‘muda’ lagi untuk ukuran tim nasional Tiongkok, sehingga Fu pun dicarikan ‘daun muda’ lainnya. Fu tahun ini ‘baru’ berusia 24 tahun, sedangkan Cai 28 tahun.
Final Kedua Jo/Rani
Dari perombakan total ganda putri pelatnas, yang terlihat paling silau adalah pasangan Jo Novita/Rani Mundiastuti. Setelah menjadi finalis di Taipei Grand Prix (GP) Gold September lalu, kali ini mereka menjadi finalis di Denmark Super Series – turnamen satu tingkat lebih tinggi daripada Taipei GP Gold, walaupun kalah bersaing dari pasangan harapan Malaysia, unggulan keempat, Chin Eei-Hui/Wong Pei-Tty, 21-23, 12-21.
Walaupun di kedua peluang tersebut Jo/Rani hanya mampu membawa pulang gelar runner-up, tetapi prestasi itu masih lebih baik dibandingkan dengan prestasi mereka sebelumnya ketika mereka masih berpasangan dengan pasangan lamanya (Jo dengan Greysia Polii, Rani dengan Endang Nursugianti).
Mereka masih berpeluang membuktikan diri bersama dengan tim seperjuangan dari pelatnas di Perancis Terbuka Super Series 2008 yang digelar minggu ini.
Pemenang Denmark Super Series 2008
Peter Gade (DEN/7) vs Joachim Persson (DEN): 21-18, 17-21, 21-14 (59’)
Wang Lin (CHN) vs Zhou Mi (HKG/4): 21-18, 21-10 (34’)
Markis/Hendra (INA/1) vs Fu/Shen (CHN): 21-18, 21-19 (31’)
Chin/Wong (MAS/4) vs Jo/Rani (INA): 23-21, 21-12 (32’)
Joachim/Christinna (DEN) vs Thomas/Kamilla (DEN/3): 21-14, 21-17 (41’)
3 comments 27 Oktober 2008
Gugur Bunga di Ladang Sofia

Minggu, 12 Oktober 2008 – Di Bulgaria Grand Prix (GP) Terbuka yang berakhir hari ini, Indonesia yang memiliki wakil di empat dari lima partai yang dipertandingkan – hanya tunggal putra yang absen, meninggalkan kota Sofia dengan tangan nihil gelar. Sirna sudah harapan Indonesia mengukir nama di Sofia, Bulgaria.
Kegagalan pertama yang terjadi pada atlit tunggal putri, Rosaria Yusfin Pungkasari dapat dimafhumi karena peringkat 103 dunia ini harus berhadapan dengan atlit tuan rumah berperingkat jauh di atasnya – peringkat 19 dan adalah unggulan kedua di turnamen ini. Yusfin kalah 14-21, 12-21.
Prestasi Yusfin tidaklah jelek mengingat dia masuk final dengan salah satunya menundukkan unggulan ketiga dari Inggris, Elizabeth Cann, dan ini adalah final pertamanya di turnamen sekelas GP – setingkat lebih tinggi dari GGJP Indonesia Challenge yang merupakan turnamen kelas International Challenge.
Perjuangan ganda putra kita, Fran Kurniawan/Rendra Wijaya juga penuh peluh melawan unggulan pertama – dan juara Bitburger Terbuka minggu lalu – Mathias Boe/Carsten Mogensen. Kalah dua set, 23-25, 16-21, setiap angka bergulir dengan enggan bagi kedua belah pihak yang berjuang mati-matian.
Bisa jadi Fran keletihan karena sebelumnya dia bertanding juga di partai ganda campuran bersama Shendy Puspa Irawati lewat tiga set yang sangat melelahkan melawan the rising star, Diju Vilayaveetil/Jwala Gutta – pasangan India pemenang Bitburger minggu lalu. Di partai ini, Fran/Shendy kalah 21-15, 18-21, 19-21 – skor yang super ketat luar biasa.
Dan keletihan di partai campuran ini juga tampaknya berdampak pada Shendy yang bermain rangkap untuk ganda putri bersama Meiliana Jauhari. Kalah di set pertama 11-21, Shendy/Meiliana nyaris merebut set kedua walaupun akhirnya set itu pun jatuh ke pangkuan pasangan India, Jwala Gutta/Shruti Kurian, 21-19.
Akhirnya Indonesia pun harus puas dengan empat gelar runner-up dari Sofia sebelum bertolak ke Belanda untuk turnamen GP Terbuka lainnya yang dimulai lusa, 14 Oktober 2008.
Juara Bulgaria GP Terbuka
Tunggal putra: Joachim Persson (DEN/1)
Tunggal putri: Petya Nedelcheva (BUL/2)
Ganda putra: Mathias Boe/Carsten Mogensen (DEN/1)
Ganda putri: Jwala Gutta/Shruti Kurian (IND/3)
Ganda campuran: Diju Vilayaveetil/Jwala Gutta (IND)
Agenda Turnamen Atlit Indonesia Selanjutnya
14-19 Oktober Belanda GP Terbuka (tim PB Djarum)
21-26 Oktober Denmark Super Series (tim pelatnas)
28 Okt – 2 Nov Perancis Super Series (tim pelatnas)
Add comment 12 Oktober 2008
Bulgaria Open, Diju/Jwala Kembali Jegal Rendra/Meili

Fran Kurniawan dan Rendra Wijaya (Reuters Pictures)
Drama Bitburger Berulang
11 Oktober 2008 – Di turnamen Bulgaria Grand Prix (GP) Terbuka yang berlangsung di ibukota, Sofia, pasangan ganda campuran PB Djarum, Rendra Wijaya/Meiliana Jauhari hari ini kembali terhenti langkahnya oleh, Diju Vilayaveetil/Jwala Gutta, pasangan India pemenang turnamen Bitburger Terbuka minggu lalu. Indonesia berpeluang rebut empat gelar.
Adegan minggu lalu antara Rendra/Meili dan Diju/Jwala kembali terjadi dimana pertarungan di Sofia terjadi selama 42 menit lewat tiga set, 21-14, 17-21, 21-17. Minggu lalu, kedua pasangan bertemu di semifinal Bitburger GP Terbuka dan berlaga selama 45 menit dengan skor 18-21, 21-13, 26-24, juga untuk kemenangan Diju/Jwala.
Perjuangan Rendra/Meili akan dilanjutkan oleh pasangan campuran PB Djarum lainnya, Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati. Besok di final, Fran/Shendy akan berusaha membalas kekalahan rekan-rekannya atas Diju/Jwala. Fran/Shendy melaju ke final dengan menundukkan pasangan Inggris, Chris Adcock/Gabrielle White, juga lewat pertandingan ketat 17-21, 21-16, 21-19.
Shendy esok tidak akan hanya berjuang di ganda campuran, tetapi juga di ganda putri karena hari ini bersama dengan Meili berhasil melewati Yuka Hayashi/Yukina Imura – wakil terakhir Jepang – 21-10, 21-12. Hal yang sama juga terjadi pada Jwala Gutta yang esok akan berlaga dua kali di ganda campuran dan putri – bersama dengan Shruti Kurian.
Selain di ganda campuran dan putri, Indonesia juga berpeluang merebut gelar di tunggal putri lewat lolosnya Rosaria Yusfin Pungkasari ke final. Yusfin melaju ke final dengan tiket final ‘gratisan’ dari pemain tuan rumah, Gabriela Banova yang mundur dari lapangan yang mungkin dikarenakan cedera. Sebelumnya, di perempat final ganda putri, Gabriela juga mengundurkan diri.
Di semifinal Bulgaria GP ini, dua lapangan digunakan, dan entah bagaimana peruntungan Indonesia di lapangan nomor satu kurang baik. Setelah terjegalnya Rendra/Mei, unggulan kedua tunggal putra, Andre Kurniawan Tedjono juga harus mengakui keunggulan atlit Taiwan unggulan keempat, Hsieh Yu Hsin yang menang dengan dua set langsung, 21-17, 21-13.
Untunglah, pasangan putra, Fran/Rendra memutus rantai mendung itu. Di pertandingan terakhir yang terjadi di lapangan tersebut, mereka menundukkan pasangan India unggulan kedelapan, Rupesh Kumar/Sanave Thomas, 21-17, 22-20 untuk berhadapan dengan unggulan pertama, Mathias Boe/Carsten Mogensen, pemenang Bitburger minggu lalu besok di final. Dan inilah partai keempat dimana Indonesia besok berpeluang untuk berprestasi.
Drama lain terjadi pada diri Aditi Mutatkar, juara Bitburger. Jika di Bitburger dia menjadi juara dengan mengalahkan unggulan kedua, Julianne Schenk, kali ini di Sofia, Bulgaria dia dijegal oleh unggulan kedua, Petya Nedelcheva yang mengundurkan diri dari Bitburger.
Jadwal Pertandingan Final Bulgaria GP Terbuka
Minggu, 12 Oktober 2008 (dimulai pukul 14:00 WIB)
Rosaria Yusfin Pungkasari vs Petya Nedelcheva (BUL/2)
Fran/Shendy (5) vs Diju Vilayaveetil/Jwala Gutta (IND)
Joachim Persson (DEN/1) vs Hsieh Yu Hsin (TPE/4)
Fran/Rendra (2) vs Mathias Boe/Carsten Mogensen (DEN/1)
Shendy/Meiliana (2) vs Jwala Gutta/Shruti Kurian (IND/3)
Add comment 11 Oktober 2008
Turnamen Oktober dan Mereka yang Berjuang
Bulgaria Grand Prix
7-12 Oktober 2008
Belanda Grand Prix
14-19 Oktober 2008
Andre Kurniawan Tedjono (2)
Ari Yuli Wahyu Hartanto (5)
Dionysius Hayom Rumbaka (16)
Endra Kurniawan (hanya di Belanda GP)
Taufiq Akbar Hidayat (hanya di Belanda GP)
Maria Elfira Christina (4)
Maria Febe Kusumastuti
Rosaria Yusfin Pungkasari
Fran Kurniawan/Rendra Wijaya (2)
Meiliana Jauhari/Shendy Puspa Irawati (2)
Fran/Shendy (5)
Rendra/Meiliana (6)
Denmark Super Series
21-26 Oktober 2008
Perancis Super Series
28 Oktober – 2 November 2008
Simon Santoso (6)
Sony Dwi Kuncoro (4)
Taufik Hidayat (8)
Adrianti Firdasari
Maria Kristin Yulianti
Pia Zebadiah Bernadet
Hendra Gunawan/Joko Riyadi (hanya Perancis SS)
Markis Kido/Hendra Setiawan (1)
Muhammad Ahsan/Bona Septano
Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama Dasuki (8)
Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari
Lita Nurlita/Endang Nursugianti
Rani Mundiastuti/Jo Novita
Vita Marissa/Lilyana Natsir (2)
Anggun Nugroho/Endang Nursugianti
Devin Lahardi/Lita Nurlita (8)
Flandy Limpele/Greysia Polii
Muhammad Rizal/Vita Marissa
Nova Widianto/Lilyana Natsir (1)
7 comments 9 Oktober 2008
Dua Emas, Kado Lebaran bagi Indonesia

Total hari ini Indonesia memperoleh dua gelar juara, satu dari Makau, Asia dan satu dari Bitburger, Eropa. Sang senior di tunggal putra pelatnas, Taufik Hidayat akhirnya memperoleh gelar juara pertamanya tahun ini di Makau Grand Prix (GP) Gold Terbuka dengan mengalahkan musuh bebuyutan yang juga teman baiknya, Lee Chong Wei. Tidak lama berselang, Maria Febe Kusumastuti asuhan PB Djarum juga ikut memboyong gelar pertamanya tahun ini di Bitburger GP Terbuka.
Taufik dan Lee adalah ‘seteru’ serta sahabat sejak lama. Sepuluh kali mereka bersua di lapangan, enam kali Taufik menang. Hanya saja, tahun 2007 sepertinya adalah tahun kejayaan Lee; tiga kali dia bertemu Taufik dan semuanya dia babat habis. Pertemuan terakhir mereka di All England pun dimenangkan oleh Lee.
Tetapi, Lee yang dia hadapi hari ini bukanlah Lee dua tahun lalu ketika Taufik dengan cukup mudah dapat menjegalnya. Lee yang sekarang adalah pemain nomor satu dunia yang menyingkirkan Lin Dan yang telah bercokol cukup lama di tahta tersebut. Apalagi empat pertemuan terakhir selalu dimenangkan oleh Lee. Tentu saja kemenangan Taufik hari ini lewat dua set 21-19, 21-15 bagaimana pun bukanlah perkara mudah.
Sama tidak mudahnya bagi Febe untuk menjadi juara di Bitburger Terbuka. Tentunya dia merasakan tekanan hebat karena dia menjadi satu-satunya tumpuan Indonesia (atau setidaknya PB Djarum) setelah ganda putri unggulan pertama, Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari kalah di pertandingan final pertama oleh pasangan Denmark, Helle Nielsen/Marie Roepke, 15-21, 18-21. Apalagi dia belum pernah bertemu dengan lawannya, Aditi Mutatkar sebelumnya – pemain berperingkat di atasnya. Aditi – peringkat 51 dunia – adalah atlit tunggal putri kedua India setelah Saina Nehwal yang juga sering membuat kejutan.
Dan seperti yang diharapkan, kedua pemudi ini memberikan pertandingan yang mengesankan. Walaupun set kedua berjalan tidak imbang karena Febe jauh meninggalkan Aditi, tetapi set pertama yang dimenangi Aditi 24-22 serta rubber set berjalan alot.
Febe yang bermain hati-hati di set pertama dan kedua tiba-tiba mulai mengganas dengan meluncurkan lebih banyak smes. Tapi ternyata pertahanan Aditi pun tidak goyah, bahkan ia sempat meninggalkan Febe 17-14. Ketika Febe menyamai kedudukan menjadi 17-17, Aditi kembali tancap gas sampai 20-17!
Satu kesalahan saja dari Febe akan berakibat pada melayangnya gelar juara. Untunglah Febe bukan pemain kemarin sore. Di Bitburger ini terlihat kematangan Febe yang tidak gentar dan goyah walaupun sudah di ujung tanduk. Adegan kemarin malam pun kembali terulang. Lawan Febe yang sudah match point duluan tiba-tiba dikejar Febe dan kali ini Aditi yang geger karena Febe yang kalah 17-20 tiba-tiba sudah mendahuluinya 21-20. Aditi sempat mengejar 21-21, tapi – kembali seperti kemarin – Febelah yang mengakhiri pertandingan final yang berlangsung selama hampir satu jam ini, 23-21.
Selanjutnya para atlit kita akan berkonsentrasi penuh di tur Eropa. Pasukan Djarum akan langsung marathon ke Bulgaria GP Terbuka yang dimulai lusa, 7 Oktober, dan kemudian berlanjut ke Belanda GP Terbuka minggu depannya. Sedangkan pasukan Cipayung akan mulai berlaga di Denmark dan Perancis Super Series Terbuka yang dimulai pada 21 Oktober lalu 28 Oktober.
Juara Makau Terbuka 2008
Taufik Hidayat (INA)
Zhou Mi (HKG)
Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (MAS)
Cheng Shu/Zhao Yunlei (CHN)
Chen Xu/Zhao Yunlei (CHN)
Juara Bitburger Terbuka 2008
Chetand Anand (IND)
Maria Febe Kusumastuti (INA)
Mathias Boe/Carsten Mogensen (DEN)
Helle Nielsen/Marie Roepke (DEN)
Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta (IND)
Yang Patut Disimak
Di Makau, ada nama yang bersinar terang. Ialah Zhao Yunlei, pemudi Tiongkok yang berhasil menjadi juara rangkap di ganda putri dan ganda campuran. Memulai karir internasionalnya pada tahun 2005, karir Yunlei tergolong ekspres. Hanya dalam dua tahun setelah ‘debutnya’ dia langsung menggondol gelar ganda putri di Kejuaraan Austria dan menjadi runner up di Kejuaraan Asia Kontinental. Tahun ini dia baru ikut di tiga kejuaraan, tapi langsung menjuarai semua sektor ganda putri (Jepang Terbuka, China Masters, Makau Terbuka). Untuk ganda campuran, baru di Makau inilah dia menjadi juara.
Juara ganda campuran Bitburger juga merupakan kejutan. Diju/Jwala memang bukan orang baru di dunia bulutangkis internasional, tetapi rapor mereka pun tidak dapat dikatakan baik. Gelar juara yang mereka sandang selama ini baru setingkat International Challenge/International Series (3-4 level di bawah Super Series). Peringkat dunia mereka juga tidak begitu bersinar – 80 saat ini. Tapi di Bitburger mereka membuktikan kemampuan mereka. Mereka mengalahkan unggulan ketiga, kelima, keenam, dan kedelapan sekaligus untuk menjadi juara. Selanjutnya tinggal kita monitor helat mereka di tur Eropa beberapa minggu ke depan.
5 comments 5 Oktober 2008
Kemajuan India yang Luar Biasa
Di Bitburger Open kali ini, kita perlu menyimak lebih jauh negara asal bajaj ini. Di final Bitburger Open Grand Prix (GP) ini, India berhasil menaruh empat finalis (alias semua finalisnya lolos ke final) dan mengamankan gelar juara di tunggal putra dengan lolosnya Chetand Anand (unggulan keempat) dan Arvind Bhat (unggulan ketujuh) ke final.
Dua wakil lainnya juga tidak kalah mengejutkan. Wakil tunggal putri, Aditi Mutatkar lolos ke final setelah menundukkan unggulan kedua, Juliane Schenk di semifinal kemarin. Juliane adalah penjegal Rosaria Yusfin Pungkasari di perempat final. Sedangkan di ganda campuran – partai yang selama ini bukan menjadi keahlian India – tiba-tiba muncullah nama Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta. Yang menghebohkan adalah lolosnya mereka ke final dengan mengalahkan harapan Djarum, unggulan keenam, Rendra Wijaya/Meiliana Jauhari lewat pertandingan menegangkan, 18-21, 21-13, 26-24.
Dari total 11 wakil berbendera India, empat di antaranya lolos ke final. Itu berarti persentase keberhasilan wakil mereka untuk lolos sampai ke final adalah 36,4%. Bandingkan dengan negara adidaya bulutangkis lainnya yang juga mengirim wakil ke Bitburger. Indonesia angkanya ‘hanya’ 18,2% dimana dari total 11 wakil pula, hanya dua yang lolos ke final, atau Denmark dengan persentase 21,4%.
Jika dilihat dari kalender Asosiasi Bulutangkis India (BAI), aktifitas domestik mereka cukup padat, mulai dari pertandingan lokal, pelatihan (coaching), sampai latih tanding ke luar negeri. Mereka bahkan sudah membentuk tim atlit untuk Kejuaraan Commonwealth tahun 2010, dan Olimpiade London 2012. BAI juga memberikan hadiah uang kepada rangking tertinggi di India, baik untuk yang junior maupun yang senior. Latih tanding luar negeri mereka biasa dilakukan di Indonesia, Malaysia, atau Singapura – notabene negara kuat bulutangkis. Dengan agenda yang demikian padat tapi menggiurkan, tidak heran mulai banyak masyarakat India yang menoleh ke bulutangkis untuk dijadikan sebagai karir serius.
Memang turnamen ini tidak sepenuhnya membuktikan bahwa India tinggal selangkah lagi menjadi negara besar di olahraga tepok bulu ini karena Tiongkok, Korea, dan Malaysia absen di Bitburger, tetapi Denmark, Inggris, dan Jerman juga bukanlah lawan enteng. Dapat dikatakan bulutangkis India saat ini bagaikan benih unggulan yang tumbuh subur. Bukannya tidak mungkin suatu hari nanti mereka akan tumbuh menyejajari tumbuh-tumbuhan lain yang sudah lebih dahulu kokoh tinggi dan besar.
Dan, fakta baru pun terungkap bagi Indonesia, bahwa lawan kita sudah bukan lagi sekedar negara yang itu-itu saja (Tiongkok, Korea, Malaysia, Denmark, Inggris). Pertanyaannya adalah: “Siapkah kita?”
1 comment 5 Oktober 2008
Garangnya Putri Djarum
Foto: Maria Febe Kusumastuti (dari Badminton Photo)Di semifinal Bitburger Terbuka 2008 di Luxembourg, Eropa hari ini terlihat kegarangan putri-putri asuhan PB Djarum. Wakil satu-satunya di ganda putri dan tunggal putri melaju lewat pertarungan ketat. Maria Febe Kusumastuti tundukkan unggulan keempat.
Diawali dengan kemenangan pasangan ganda putri unggulan pertama, Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari atas pasangan Jerman, Sandra Marinello/Birgit Overzier, 17-21, 21-17, 21-6, Febe bermain konsisten dan tanpa gentar sedikit pun menghadapi Ella Diehl, unggulan keempat asal Rusia.
Berlangsung selama satu jam, Febe yang bertinggi badan 162 cm ini dapat mengimbangi permainan Ella yang berusia hampir satu dekade lebih tua. Di set pertama, Febe memang terlihat memegang kendali di lapangan dengan bermain hati-hati dan lebih ke arah penempatan bola. Ella juga banyak memberi angka ‘gratisan’ karena kesalahannya sendiri. Walaupun Ella mampu mengekor ketat, tetapi ia tidak mampu mengatasi Febe yang menutup set 21-19.
Di set kedua, gantian Febe yang banyak melakukan kesalahan sendiri. Pengembaliannya banyak yang menyangkut di net atau keluar tipis. Beberapa clear Ella pun dibiarkannya karena dianggap keluar – dan ternyata masuk. Ella menutup set kedua 21-12.
Pertarungan sebenarnya berlangsung di set penentuan. Skor berkejaran, dan mereka saling berebut setir. Tidak pernah terjadi perbedaan skor lebih dari tiga angka. Di awal, Ella memimpin sampai 4-1 sebelum Febe merebut kepemimpinan pada angka 5-4. Dari sini, mereka berkejaran sangat ketat. Febe memimpin sampai 11-9, tetapi lalu Ella kembali memimpin 12-11. Demikian yang terus terjadi sampai 19-19.
Ella yang pertama menelurkan angka 20, angka semi keramat itu. Saya yang menonton Febe dari layar monitor pun deg-degan. Untunglah Febe tidak hilang fokus. Dia meladeni segala macam pukulan Ella yang sering merupakan kombinasi clear-net/drop (panjang ke belakang lalu bola diarahkan tipis di net) sehingga kedudukan berimbang 20-20.
Reli panjang kembali terjadi dan, ah, pengembalian net Febe dari bawah tidak mampu melewati bibir net. Ella pun kembali mengalami match point.
Jantung pun berdegup semakin kencang. Hanya dapat berdoa supaya Febe tidak hilang fokus dan tetap berjuang sampai titik darah penghabisan.
Dan kali ini smes keras Febe ke kiri badan Ella tidak disangka oleh lawan. Angka kembali berimbang 21-21, dan Febe pun berteriak garang.
Febe melakukan servis. Reli panjang kembali terjadi. Dan, akhirnya Febe berhasil mendapat match point-nya, 22-21! Dan Febe kembali berteriak.
Tetap fokus, Febe bermain tidak terburu-buru dan berusaha memberikan posisi bola sulit kepada Ella. Dan bola itu jatuh tipis di depan net. Ella mengejarnya. Raket Ella berhasil mengangkat bola tersebut, tetapi sayang tidak mampu melewati net!
Dan angka itu bergerak naik, trek! 23-21, kemenangan gemilang bagi belia berusia 19 tahun ini. Besok adalah final kedua Febe sejak karir internasionalnya pada tahun 2006. Final terakhirnya adalah di turnamen Grade A (turnamen non-bintang) Brasil Terbuka 2006, dimana saat itu dia menjadi juara. Selain itu, dia selalu mentok di perempat final.
Lawannya besok adalah Aditi Mutatkar dari India yang secara mengejutkan menumbangkan Juliane Schenk, unggulan kedua asal Jerman dengan dua set langsung, 21-14, 21-16. Keduanya belum pernah bertemu sebelumnya sehingga final besok akan menjadi pertandingan yang menarik untuk disimak. Sedangkan putri-putri ganda Djarum esok akan berhadapan dengan ganda Denmark, Helle Nielsen/Marie Roepke.
Sangat disayangkan, ganda putra unggulan kedua Indonesia, Fran Kurniawan/Rendra Wijaya, harus gugur di tangan pasangan Jerman unggulan keenam, Kristof Hopp/Johannes Schottler, 19-21, 21-13, 17-21. Ganda campuran harapan terakhir Indonesia, Rendra/Meiliana juga akhirnya harus mengakui keuletan pasangan India, Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta yang merebut tiket final dari tangan mereka setelah menang 18-21, 21-13, 26-24.
Dengan demikian, Indonesia meloloskan dua dari empat semifinalisnya ke final, Denmark tiga finalis (dari empat semifinalis), India empat finalis (dari empat semifinalis – alias lolos semua), dan Jerman satu finalis (dari tujuh semifinalis).
Tonton Langsung Bitburger Terbuka 2008
Bagi yang memiliki sambungan Internet cepat, dapat menonton langsung lewat Internet di http://bitburger-open.de dan pilih menu “Live on Court” yang ada di sebelah kiri, di bawah kategori “Event”. Pilih “Court 1″ (court yang dipakai untuk final). Mungkin ada sedikit time lapse, sehingga jika Anda ingin mendapat skor terbarunya, masuklah ke www.tournamentsoftware.com dan cari Bitburger Open 2008, lalu klik kotak Live Score di kanan atas (seharusnya jika Anda masuk ke Tournament Software, akan langsung disuguhi Live Score Bitburger Open 2008 – dan Macau Open 2008 – di laman awal).
Jadwal Pertandingan Final Bitburger Open
Dimulai pukul 17:00 WIB
Shendy/Meiliana (1) vs Helle Nielsen/Marie Roepke (DEN)
Mathias Boe/Carsten Mogensen (DEN/1) vs Kristof Hopp/Johannes Schottler (GER/6)
Maria Febe Kusumastuti vs Aditi Mutatkar (IND)
DImulai pukul 20:15 WIB
Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (DEN/8) vs Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta (IND)
Arvind Bhat (IND/7) vs Chetand Anand (IND/4)
Add comment 4 Oktober 2008
Rangking Atlit Indonesia 100 Besar (25 Sep 2008)
Tunggal Putra
5. Sony Dwi Kuncoro
7. Simon Santoso (10) +
12. Taufik Hidayat (9) -
26. Andre Kurniawan Tedjono (28) +
39. Tommy Sugiarto (51) + +
45. Alamsyah Yunus (57) + +
49. Ari Yuli Wahyu Hartanto (62) + + +
Petanya sudah terasa benar sekarang karena memang sudah saatnya bagi Sony dan Simon untuk menerima tongkat estafet dari Taufik. Tommy dan Alam sebagai pelapis Sony dan Simon juga menunjukkan peningkatan yang baik. Dari pihak Djarum, Andre serta Ari Yuli juga terus terlihat peningkatannya. Secara kualitas, partai ini dapat diharapkan, hanya saja ‘amunisi’ perlu diperbanyak.
Tunggal Putri
15. Maria Kristin Yulianti
33. Adriyanti Firdasari
40. Maria Elfira Christina (39) -
43. Pia Zebadiah Bernadet (70) + + + +
74. Fransisca Ratnasari (83) + +
94. Maria Febe Kusumastuti
Pia yang banyak melakukan kejutan sebulan belakangan ini dapat dilihat dari lonjakan drastis peringkatnya dari 100 besar masuk ke 50 besar. Sedangkan Maria dan Firda mulai merasakan kencangnya angin di peringkat papan atas dimana semakin sulit untuk menambah peringkat.
Ganda Putra
1. Markis Kido/Hendra Setiawan
12. Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto (7) +
13. Tony Gunawan/Candra Wijaya (14) +
17. Yonatan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan (19) +
21. Hendra Gunawan/Joko Riyadi (20) -
26. Fran Kurniawan/Rendra Wijaya
27. Muhammad Ahsan/Bona Septano (43) + + +
54. Fernando Kurniawan/Lingga Lie (72) + + +
79. Syarif Syahmie Radhitian/Chrisna Adi Wijaya (100) + + +
91. Wifqi Windarto/Afiat Yuris Wirawan (69) – - -
Red alarm bagi pelatnas di partai ini. Walaupun Markis/Hendra ‘nongkrong’ lama di peringkat satu dunia – dan juga meninggalkan jauh pasangan peringkat dua dan tiga, tetapi pelapisnya belum ada yang terlihat mumpuni. Luluk/Alvent sudah mulai jarang diturunkan; Candra/Tony adalah pemain independen; Rian/Yoke adalah didikan PB Djarum; sedangkan Hendra/Joko sampai sekarang juga belum terlihat jurus pamungkasnya. Pelatih utama pelatnas, Christian Hadinata memang mengatakan Ahsan/Bona yang akan menjadi pelapis utama – dan mereka memang menunjukkan peningkatan berarti, tetapi secara garis besar, fondasi di partai ini masih rapuh apalagi pelapis ketiga seperti Syarif/Chrisna dan Wifqi/Afiat masih berada terlalu jauh. Bagaimana Cipayung?
Ganda Putri
7. Lilyana Natsir/Vita Marissa
15. Jo Novita/Greysia Polii
20. Rani Mundiastuti/Endang Nursugianti (22) +
21. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari
33. Nitya Krishinda Maheswari/Lita Nurlita (28) -
46. Nathalia Christine Poluakan/Yulianti (49) +
71. Nadya Melati/Devi Tika Permatasari (66) -
87. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (NEW)
Tidak (atau ‘belum’) banyak cerita dari partai ini dari segi peringkat karena pasangan-pasangan baru yang digodok pelatnas belum memiliki peringkat disini, kecuali Grace/Nitya. Bulan depan seharusnya partai ini akan memperlihatkan lebih banyak cerita.
Ganda Campuran
1. Nova Widianto/Lilyana Natsir
4. Flandy Limpele/Vita Marissa (3) -
19. Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita (23) +
28. Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawaty (31) +
34. Muhammad Rizal/Greysia Polii (32) -
47. Tantowi Akhmad/Yulianti (42) -
66. Rendra Wijaya/Meiliana Jauhari (84) + + +
73. Anggun Nugroho/Endang Nursugianti (93) + + +
Untuk saat ini, dapat dikatakan partai inilah partai andalan Indonesia. Kekuatan merata di seluruh lapisan, dan jurang antar lapisan tidak terlalu jauh. Jika beberapa atlit ganda putra prestasinya terasa ‘mandeg’, rasanya berlaga di partai ini dapat menjadi opsi yang menarik.
30 comments 3 Oktober 2008
Berharap Gelar dari Makau & Bitburger
Minggu ini minggu sibuk bagi para atlit bulutangkis Indonesia karena mereka berlaga di dua turnamen internasional yang berbeda sekaligus. Pelatnas mengirim timnya ke Makau Terbuka sedangkan PB Djarum mengirim ke Bitburger Terbuka, Jerman. Sampai babak dua kemarin, tingkat kesuksesan Indonesia masih tinggi.
Macau Terbuka
Memang beberapa berguguran di babak pertama dimana Indra Bagus Ade Chandra kalah dari unggulan keenam asal Malaysia, Wong Choong Hann; dan dua tunggal putri, Aprillia Yuswandari serta Melicia Kurniawan yang juga gugur di tangan unggulan, tetapi 15% dari kursi perempat final jatuh ke tangan Indonesia. Angka ini hanya dapat dikalahkan oleh Tiongkok dan Malaysia yang masing-masing menduduki 10 kursi (25%).
Beberapa kejutan yang disuguhkan anak-anak Ibu Pertiwi di antaranya adalah Tommy Sugiarto yang kemarin mengalahkan unggulan ketujuh asal Inggris, Andrew Smith, dan Fransisca Ratnasari yang menundukkan unggulan keenam asal Belanda, Yao Jie. Di perempat final hari ini, lawan semakin berat. Di bawah ini adalah daftar pertandingan Indonesia di perempat final:
Alamsyah Yunus vs Chan Yan Kit (HKG/8)
Taufik Hidayat (4) vs Tommy Sugiarto
Fransisca Ratnasari vs Zhu Jingjing (CHN)
Fernando Kurniawan/Lingga Lie (4) vs Chang Feng Chin/Tseng Chung Lin (TPE)
Nadya Melati/Devi Tika Permatasari vs Wang Si Yun/Zhang Jin Kang (CHN)
Bitburger Terbuka
Lain di Macau, lain pula di Bitburger. Turnamen ini menjadi ajang pengasah para atlit PB Djarum. Walaupun jumlah perempat finalis Indonesia tidak sebanyak di Macau, tetapi peluang merebut gelar sama besarnya – bahkan mungkin lebih besar. Dari masing-masing partai, Indonesia masih memiliki wakil – dan mereka adalah wakil yang mumpuni pun. Andre Kurniawan Tedjono (unggulan ketiga) tentunya akan berusaha keras untuk menambah gelarnya karena tahun ini dia baru menjadi juara sekali di Toulouse Terbuka, turnamen kelas International Challenge atau tiga ‘strip’ di bawah Super Series.
Dari tunggal putri, Rosaria Yusfin Pungkasari dan Maria Febe Kusumastuti juga akan turut berjuang untuk lolos ke semifinal. Dengant idak memandang remeh lawan Febe, Yusfin sepertinya harus bergulat keras karena dia akan berhadapan dengan unggulan kedua asal tuan rumah, Juliane Schenk.
Yang juga memiliki dua wakil di satu partai adalah ganda campuran yang diperkuat oleh perempat finalis, Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati (unggulan pertama) dan Rendra Wijaya/Meiliana Jauhari (unggulan keenam).
Ganda putra/putri pun tak mau kalah. Walaupun hanya satu wakil, tetapi bukan sembarang wakil. Mereka adalah atlit rangkap yang juga lolos ke perempat final ganda campuran. Fran/Rendra adalah unggulan kedua di ganda putra, sedangkan Shendy/Meiliana unggulan pertama di ganda putri.
Dari tiga partai ganda inilah, Indonesia diharapkan dapat memboyong gelar.
Pertandingan Atlit Indonesia di Perempa Final Bitburger Terbuka
Andre Kurniawan Tedjono (3) vs Bjorn Joppien (GER/12)
Rosaria Yusfin Pungkasari vs Juliane Schenk (GER/2)
Maria Febe Kusumastuti vs Lisa Heidenreich (GER)
Fran/Rendra (2) vs Jorrit De Ruiter/Jurgen Wouters (NED/8)
Shendy/Meiliana (1) vs Petra Hafmanova/Sarka Krizkova (CZE)
Fran/Shendy (1) vs Joachim Fischer Nielsen/Christina Pedersen (DEN/8)
Rendra/Meiliana (6) vs Wouter Claes/Nathalie Descamps (GER/2)
2 comments 3 Oktober 2008