Archive for Juni 27th, 2008

Sony, si Kalem Menghanyutkan dari Jawa Timur

Indonesia's Sony Dwi Kuncoro bites his medal after beating compatriot Simon Santoso in the men's singles final match at the Djarum Indonesia Super Series 2008 badminton championships in Jakarta June 22, 2008. From Reuters Pictures by REUTERS.
Foto: Reuters

Akan segera berulang tahun pada tanggal 7 Juli nanti, tunggal putra nomor satu pelatnas yang merebut gelar di Indonesia Open kemarin ini “dibesarkan” oleh klub Suryanaga Surabaya sebelum masuk ke pelatnas pada tahun 2001.

Prestasi tertingginya tentu saja bukanlah gelar Indonesia Open tersebut. Empat tahun lalu, Sony berhasil menyumbangkan satu medali perunggu untuk Indonesia di Olimpiade Athena 2004 dimana tak lama setelahnya rangkingnya membumbung tinggi menjadi rangking tiga dunia.

Selain itu, Sony juga menjadi runner-up di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2007 dimana dia saat itu kalah terhormat dari macan tunggal putra, Lin Dan. Kala itu, bahkan pelatih senior Tiongkok, Li Yongbo mendatangi Sony langsung dan memberinya salaman dan senyuman, bukti bahwa Sony adalah insan yang perlu diperhitungkan.

Sayangnya dia mengalami cedera di pertengahan tahun 2006, membuat prestasinya merosot. Tentu saja yang paling miris adalah ketika dia harus melewatkan Indonesia Open 2006 yang diadakan di tanah kelahirannya, Surabaya.

Tetapi seperti dikatakan oleh pelatihnya saat ini, Hendrawan, “Saya senang dengan Sony yang matang pemikirannya,” Sony selalu punya motivasi untuk tetap berkembang.

“Setelah sekitar tiga bulan absen (saat itu, tahun 2006 – red), saya pun mampu menemukan penampilan terbaik walau hanya sampai perempat final Hong Kong Open (2006 – red),” tutur Sony tahun lalu setelah menjadi runner-up Kejuaraan Dunia.

Bahkan Sony ketika mengalami transisi pelatih dari Joko Supriyanto ke Hendrawan, dia berpikir positif dan berhati besar.

“Keduanya hebat. Saya ambil kelebihan keduanya untuk menyempurnakan permainan saya,” jelas Sony. “Saya rasa permainan saya masih bisa ditingkatkan.”

Walaupun banyak yang berkata Sony bermain lambat dan kurang agresif, tetapi mental dan pemikirannya luar biasa matang dan dewasa. Hendrawan pun menerima anak didiknya itu apa adanya dan berusaha memaksimalkan Sony dengan karakter miliknya sendiri.

“Kalau dia bisa mendapatkan skor dan menang tanpa harus agresif, kenapa tidak?” Tukas Hendrawan pada saat Indonesia Open 2008 kemarin.

Target selanjutnya tentu saja Olimpiade Beijing 2008. Kemenangannya di Indonesia Open kemarin tentunya menjadi cambuk positif tersendiri bagi harapan penerus Taufik Hidayat ini.

Berjuanglah Sony. Kami terus mendukungmu!

http://www.swaberita.com/wp-content/uploads/2008/05/ina_sony_20_bwc07.jpg

18 comments 27 Juni 2008


Kategori Artikel

Artikel Terakhir

Komentar Anda

Bagjalia agustina (l… on Profil
Bagjalia agustina (l… on Maria Kristin, Kembang Imut Be…
rina on Rangking Atlit Indonesia Top 1…
riyan bozz on Atlit Bulutangkis Indonesia: Y…
Nur on Pemain Bulutangkis Terbaik Tah…

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Bulutangkis

Non-Bulutangkis