Laporan Semifinal Indonesia Open: Yang Tidak Biasa dari Yang Biasa
22 Juni 2008

Tunggal putra, putri dan ganda putri yang sering absen finalis Indonesia mengirim wakil; Ganda putra dan campuran yang paling diharapkan malah nihil pelatnas
Senayan, Jakarta, 21 Juni 2008, badminton-indonesia.com – Hasil semifinal Djarum Indonesia Open Super Series hari ini sangat tidak biasa dan mengejutkan. Jika selama ini Indonesia langganan finalis ganda putra dan campuran, kali ini kedua partai ini nihil anak pelatnas. Tetapi, Indonesia yang juga biasanya absen finalis di tunggal putra, putri, dan ganda putri, kali ini malah sukses mengirim wakil. Inilah kejadian luar biasa di turnamen kali ini.
Dari sektor ganda putri, Vita Marissa/Lilyana Natsir melenggang ke final dengan membalas kekalahan mereka dari peringkat tiga dunia asal Tiongkok, Zhang Yawen/Wei Yili saat Korea Open Super Series di awal tahun ini. Vita/Lilyana menang tidak mudah, yakni lewat rubber set ketat penuh pro-kontra dengan hakim garis, 21-15, 14-21, 21-18 selama satu jam lebih.
Kejutan di Partai Tunggal
Penonton Indonesia sempat patah arang di awal ketika kedua pasang ganda campuran top Indonesia yang sangat diharapan dipatahkan hari ini (baca: Nova/Lilyana, Kalah di Depan Gerbang Kemenangan). Walaupun Candra Wijaya/Tony Gunawan menyumbang kemenangan di ganda putra, tetapi tetap saja penonton gusar karena wakil pelatnas yang baru akan berlaga akan menghadapi lawan sulit.
Sony Dwi Kuncoro melawan Bao Chunlai yang memenangi lima dari total enam kali pertemuan mereka di masa lalu. Sedangkan Maria Kristin Yulianti berhadapan dengan unggulan kedua, mantan nomor satu dunia, Zhang Ning.
Tetapi siapa yang menyangka kalau Sony mampu mendepak Bao Chunlai dan mengembalikan semangat dan harapan para penonton di stadium setelah patah arang kekalahan dua ganda campuran merah-putih?
Walaupun di set pertama Sony tampil tidak maksimal dan kalah, tetapi Sony berhasil lepas dari rantai yang mengekangnya dan bermain lebih cepat dan mengendalikan permainan di set kedua dan ketiga, sesuai dengan wejangan dari sang pelatih, Hendrawan. Resep tersebut terbkti menyulitkan Chunlai yang walaupun tetap tangguh tetapi pengembalian netnya mulai sering tersangkut.
Set kedua dan ketiga pun jatuh ke tangan Sony, 21-13, 21-16.
“Melihat cara bermainnya di set pertama, saya benar-benar mengira Sony akan kalah,” tukas Hendrawan, pelatih tunggal putra pelatnas. “Tetapi di set kedua ternyata dia bisa mengubah gaya permainannya dan diteruskan ke set ketiga.”
Mengenai gaya permainan Sony yang khas “Solo” alias lambat, Hendrawan mengatakan bahwa gaya tersebut tidak ada salahnya selama dapat menghasilkan angka.
“Ini sebuah sejarah. Sudah lama sekali tidak terjadi all-Indonesian final di Indonesia Open,” ujar Hendrawan yang sempat tegang mengikuti alotnya petarungan Simon melawan yunior Jepang tersebut. Sony masuk ke final ditemani oleh Simon Santoso yang menundukkan Kenichi Tago dari Jepang, peringkat 44 dunia, lewat tiga set ketat.
Maria Total Singkirkan Tiga Pemain Asal Tiongkok
Yang juga menjadi bahan pembicaraan adalah Maria Kristin Yulianti yang hari ini lagi-lagi membuktikan kepada dunia bahwa tembok China dapat ditembus. Setelah menembus dua mantan pemain tim nasional Tiongkok, Yao Jie (berbendera Perancis) dan Zhou Mi (berbendera Hong Kong), kali ini giliran asli Tiongkok, Zhang Ning yang tergilas lewat tiga set yang super menegangkan, 21-14, 20-22, dan 22-20.
Dari awal pertandingan, Maria telah memegang setir bola. Dengan cantik, bola diarahkannya ke depan, ke belakang, ke batas tipis garis kiri dan kanan depan net. Zhang Ning pun tidak dapat banyak berkutik.
Di set kedua, Maria masih melakukan hal yang sama, tetapi Zhang Ning mulai mengubah gaya permainannya. Kali ini atlit senior Tiongkok itulah yang memegang kendali lapangan dan membuat Maria terpontang-panting kesana-kemari. Maria mulai terlihat tidak nyaman dengan lututnya yang habis cedera. Alih-alih mengejar bola jauh dengan dua langkah, dia memilih satu langkah dan split, sehingga jangkauan pukulannya jadi sangat terbatas dan banyak bola yang tidak terkejar.
Melihat itu Zhang Ning mempergunakan kesempatan dengan baik. Dua pukulan penentu terakhir di set kedua diarahkan untuk jauh dari jangkauan Maria.
Set ketiga sangat menarik. Zhang Ning mulai meniru gaya permainan Maria yang tidak banyak smes tapi membuat lawan bergerak ke seluruh titik lapangan. Pertandingan tentu saja menjadi alot karena gaya permainan yang mirip dan keduanya sama-sama mengalami lemah lutut kanan.
Perolehan angka sangat alot dan terus berkejaran bahkan sampai angka kritis 16-16. Di penghujung set penentu ini, smes Maria bahkan banyak yang tersangkut di net, dan Zhang banyak menghujani Maria dengan pukulan keras.
Baiknya, Maria tidak patah arang. Dia terlihat tetap fokus dan termotivasi. Ketika Zhang lebih dahulu merebut angka 20, Maria pun menyusulnya dengan pengamatan yang baik atas daerah kosong Zhang.
Ketika akhirnya Maria menang 22-20, Istora bergemuruh luar biasa! Bahkan Sutiyoso pun turun dari pelataran VVIP dan langsung menyalami dan merangkul Maria sembari mengepalkan tinjunya, menandakan kebanggaan luar biasa.
Besok pertandingan final dimulai pukul dua siang. Membuka pertandingan final adalah all-Indonesian final, Sony Dwi Kuncoro melawan Simon Santoso, diikuti dengan ganda putra antara Candra Wijaya/Tony Gunawan melawan unggulan kedelapan asal negeri jiran, Zakry Abdul Latif/Fairuzizuan Tazari.
Vita/Lilyana tampil di urutan ketiga, berhadapan dengan unggulan ketiga asal negeri sakura, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna, diikuti dengan perjuangan Maria Kristin untuk berusaha menggilas pemain kelahiran Tiongkok lainnya, Zhu Lin.
Pertandingan penutup adalah partai ganda campuran antara Zheng Bo/Gao Ling (CHN) melawan Thomas Laybourn/Kamilla Rytter-Juhl (DEN).
Entry Filed under: Turnamen. Tag: Atlit, indonesia, simon santoso, sony dwi kuncoro, Bulutangkis, badminton, atlet, indonesia open, indonesia super series, indonesia terbuka, maria kristin.
22 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
AWAN SETIAWANZ | 22 Juni 2008 at 5:53 am
aQ ingn maria kristin yulianti lo2s final dgn mmbwa juara indonesia!n bgi sluruh tim indonesia lo2s mmbwa KEMENANGAN!MAJU……INDONESIA!!!!!
2.
AWAN SETIAWANZ | 22 Juni 2008 at 6:01 am
Maju truz!!!!!!!!!!!!!
Maria K Y raih jwara u!!!!!!!!
3.
HaZier | 22 Juni 2008 at 8:45 am
Sony……
gila!, keren abis!
tetep percaya diri yaah!
I always support U men!
LuVe Sony !!!
4.
HaZier | 22 Juni 2008 at 8:46 am
Sony, moga menang di final hari nee yaaa…
biar bekal buat olimpiade beijing nanti…
bawain Aq medali emas yah, sebagai kado ultahQ….
5.
Faisal Gestio | 22 Juni 2008 at 9:17 am
Sukses buat Bulutangkis Indonesia … Khususnya buat Sony Dwi Kuncoro, Maria Christin, Lilyana Natsir & Vita Marisa.
Salut buat kalian semua bisa melaju ke Final dengan menumbangkan pemain2 terkuat dunia.
Bravo Buat Bulutangkis Indonesia.
By : Faisal Gestio di Palembang
6.
japspress | 22 Juni 2008 at 10:20 am
Sony bermain keren, Maria kristin luar biasa!!! semoga menang di babak final ini, amien. thanks buat liputannya. dan Salam Olahraga.
-japs-
7.
siChoT | 22 Juni 2008 at 12:28 pm
Sebenernya aq ngefans ma Bao Chunlai lho..
Tapi tak dinyana harus menghadapi dilema karena si Bao Chunlai harus lawan Sony dari Indonesia. Tapi rasa nasionalisme lebih menang di hati dari rasa ngefans, jadi doanya tetep yang menang Indonesia! kemaren berdoanya supaya maennya ampe set ke-3 biar bisa nonton Bao Chunlai nya lebih lama.
Thanx buat Sony
Semangat!
8.
Marisca | 22 Juni 2008 at 8:44 pm
Bwt k’maria dkk yg ud LoLos k’finaL c0ngRatz yaw..
Tp p’juAngan bLum b’akHr..
MsH ad Lawan bwt d’kaLahkan..
s0..
cHay0w y^^
9.
realylife | 22 Juni 2008 at 9:35 pm
Bravo bulutangkis , bravo Indonesia , sudah saatnya kita bangkit dan menunjukkan eksistensi kita kembali
amin
10.
Dania | 23 Juni 2008 at 9:52 am
kmrn pas final kbtulan gw duduk di barisannya Bao Chunlai. Ya ampun, biasanya gw duduk di tempat yg sama ga ditanya2, ini gw ditahan sm sekuriti. Setelah gw duduk, baru deh gw tau knp gw dihadang; gw kali disangka mau ngerubungin si BCL juga
Emang tu tampang foto model bgt, tp jutek bow. BT krn kalah dari sony kali ya
. nonton 3 pertandingan, dia kyknya “dihukum” suruh ngerekam video pertandingan. kasian bgt. tampangnya merana gt, ditambah lg setiap waktu selalu ada yg moto2 dia, minta tnd tgn dia, minta salaman, minta foto bareng, dllsbst….kasian…..jadi kyk objek wisata euy….pantesan aja jutex….
11.
dita | 23 Juni 2008 at 10:02 am
wkwkwkwkwkw, mank brapa bnyk sih yg ngrubungin bcl???
duhh, psti dy jdi bsar kpala tuh!! ;\
trus, sgala macem yg minta foto ttd, di kasih gag ma dy?
klo gitu, ada gag yg minta foto dll sm simon/sony? misalnya pas abis prtndingan atw sblmnya gtu??
jumlahnya bnykan simon/sony ato bcl??
12.
Aulia | 23 Juni 2008 at 10:52 am
hai dania, gw lia. btw emang bener bcl dari deket cakep ya, cerita lo lucu ya, palagi kalo liat tampang bcl yang BT tambah lucu kali ya. lam kenal dania.
13.
Dania | 23 Juni 2008 at 11:01 am
@dita, gw ga di deket simon/sony jd krg tau. tp pasti bny bgt yg nunggu mrk di depan pintu gerbang atlit. pas simon & sony msk ke lapangan utk final tunggal putra, Istora hweboh bgt! BCL kalah heboh deh hahahaha. kali dia mqir: “Sial, gw ada saingan neh!”
bbrp sih dia akirnya ikut foto tp dgn tampang jutek, kdg2 ga liat ke kameranya — kasian dia ga bs kabur krn hrs njagain vid camnya. pas dia akirnya terbebas dari “penjara” hukumannya, dia turun dan uda ga ngeladenin yg pd ngrubungin dia utk foto. tampangnya juteeeeeek abiz!
kalo atlit2nya kt mah ramah2. kalo bs diladenin, diladenin deh. mo simon, butet, grace, dll, semuanya ramah2
14.
nnoovviiee | 23 Juni 2008 at 7:57 pm
Hai dania! Wah asyik bgt bs liat bcl dr dkt, dia disana sama siapa? Ada pemain or pelatih cinanya gak?
Eh btw, waktu ganda putra main antara tony/candra dgn pemain malaysia kalo gak slh denger, pada teriak ‘maling pulang’ bener gak tuh?
15.
Dania | 23 Juni 2008 at 9:20 pm
@novie: iya, kalo ga salah denger ada tereakan begitu. agak risih jg sih dengernya. imho, mslh politik sharusnya jgn dibawa ke dalam lapangan. lapangan itu kan tempat laga sportifitas…
16.
Dania | 23 Juni 2008 at 9:22 pm
Li Yongbo ga dateng — yg dtg cuma pelatihnya. Waktu itu BCL duduk sendirian. Ga ada temen ngobrol, digangguin pula. Dia disitu lg ngerekam video utk tim, kyknya dihukum gara2 kalah dari Sony. Setelah itu Wei Yili ngegantiin dia ngerekamin (Wei jg kyknya kena huukman krn kalah dr Vita/Butet).
17.
dita | 24 Juni 2008 at 7:44 am
hahahaha,
jadi kayak anag sekolahan aja, pke hukum-menghukum….
tpi, atlit2 INA mmang mmbnggakan…….
18.
Raraz | 28 Juni 2008 at 9:43 pm
CHAYO INDONESIA!!! Tetep semangat ya buat para pemain bulu tangkis indonesia.. Aku akan slalu dukung kalian semua!! Khususnya buat kak VITA MARISSA yang makin cantik n makin ganteng di setiap kali main badminton.. Do’aku cuma buat kalian semua para pahlawan bulutangkisku
19.
miA | 29 Juni 2008 at 3:54 pm
caYo bwt seluruh pemain bulutangkis indonesia..
terutama maria kristin, lilyana natsir, vita Marissa, n greysia polii…
cayooooooo!!!
20.
fransisca | 1 Juli 2008 at 12:27 pm
SEMANGAD……………aq percaya kalian bisa,,,tetep kerjain bagian kalian aja, pasti Dia akan kerjakan bagianNya,,,JUST DO YOU PART!!!!!!!!God Bless U All………………
21.
petro | 15 Agustus 2008 at 10:45 am
maria…….. u r the bessttttttttttttttttttttt
i luv u
22.
Desty | 2 September 2008 at 6:58 pm
K’Maria congratulations on Your success in the Beijing Olimpiade on August 2008. thanks for your gift and partisipation in Indonesia
Always Fight!!!!!!
Oke??