Archive for Juni 22nd, 2008

Hendrawan: Sempat Berantem dengan Simon

http://www.badmintonasia.org/gallery/news/gunawan.jpg

Senayan, Jakarta, 21 Juni 2008, badminton-indonesia.com – Pelatih tunggal putra pelatnas Indonesia, Hendrawan, mengakui bahwa dia sempat bersitegang dengan Simon Santoso, atlit tunggal putra ketiga Indonesia tatkala dirinya memutuskan untuk “mengandangkan” Simon selama tiga bulan sebelum Piala Thomas 2008 untuk pelatihan dan pematangan.

“Yah waktu itu dapat dikatakan Simon dan saya sempat berkelahi,” jelas Hendrawan kala wawancara setelah Simon menang melawan Kenichi Tago di semifinal Indonesia Open hari ini. “Simon saat itu tidak terima tidak diberangkatkan ke tur Eropa.”

Simon saat itu absen turnamen dari Februari hingga awal April. Dia tidak diberangkatkan ke dua turnamen kelas atas Eropa, All England dan Swiss Open Super Series, dan baru mulai muncul kembali di Kejuaraan Asia pada pertengahan April dimana langkahnya terhenti di babak ketiga oleh Chen Jin (CHN).

“Indonesia Open Super Series ini dapat dikatakan adalah pembuktian Simon atas kerja kerasnya selama tiga bulan tersebut,” lanjut Hendrawan. “Perjuangannya patut dihargai.”

Bocah Tegal ini memang patut didukung. Dia kembali menjadi finalis turnamen Super Series setelah sebelumnya menjadi finalis Swiss Super Series 2007 dan Singapura Super Series 2008 bulan ini. Dalam kancah Super Series, prestasi ini lebih baik dari Sony Dwi Kuncoro, top gun pelatnas saat ini yang sebelumnya tidak pernah masuk final ajang Super Series apa pun. Bahkan Taufik Hidayat pun hanya pernah sekali menjadi finalis Super Series, yakni di Jepang Super Series 2007.

Pertandingan esok akan menjadi menarik karena kita akan disuguhi dua gaya permainan yang berbeda antara Sony yang bergaya lambat dan berhati-hati dan Simon yang lebih agresif dan pantang mundur.

“Tidak ada saya menyarankan siapa harus mengalah terhadap siapa,” tanggap Hendrawan terhadap pertanyaan wartawan mengenai apakah akan ada yang disuruh mengalah di all-Indonesian final tunggal putra esok hari. “Saya bukan pelatih semacam itu.”

Ya! Tentu saja! Indonesia tidak butuh kemudahan! Indonesia akan berjuang sepenuh hati sampai titik darah penghabisan!

Berjuanglah tim merah-putih!

31 comments 22 Juni 2008

Laporan Semifinal Indonesia Open: Yang Tidak Biasa dari Yang Biasa

Tunggal putra, putri dan ganda putri yang sering absen finalis Indonesia mengirim wakil; Ganda putra dan campuran yang paling diharapkan malah nihil pelatnas

Senayan, Jakarta, 21 Juni 2008, badminton-indonesia.com – Hasil semifinal Djarum Indonesia Open Super Series hari ini sangat tidak biasa dan mengejutkan. Jika selama ini Indonesia langganan finalis ganda putra dan campuran, kali ini kedua partai ini nihil anak pelatnas. Tetapi, Indonesia yang juga biasanya absen finalis di tunggal putra, putri, dan ganda putri, kali ini malah sukses mengirim wakil. Inilah kejadian luar biasa di turnamen kali ini.

Dari sektor ganda putri, Vita Marissa/Lilyana Natsir melenggang ke final dengan membalas kekalahan mereka dari peringkat tiga dunia asal Tiongkok, Zhang Yawen/Wei Yili saat Korea Open Super Series di awal tahun ini. Vita/Lilyana menang tidak mudah, yakni lewat rubber set ketat penuh pro-kontra dengan hakim garis, 21-15, 14-21, 21-18 selama satu jam lebih.

Kejutan di Partai Tunggal

Penonton Indonesia sempat patah arang di awal ketika kedua pasang ganda campuran top Indonesia yang sangat diharapan dipatahkan hari ini (baca: Nova/Lilyana, Kalah di Depan Gerbang Kemenangan). Walaupun Candra Wijaya/Tony Gunawan menyumbang kemenangan di ganda putra, tetapi tetap saja penonton gusar karena wakil pelatnas yang baru akan berlaga akan menghadapi lawan sulit.

Sony Dwi Kuncoro melawan Bao Chunlai yang memenangi lima dari total enam kali pertemuan mereka di masa lalu. Sedangkan Maria Kristin Yulianti berhadapan dengan unggulan kedua, mantan nomor satu dunia, Zhang Ning.

Tetapi siapa yang menyangka kalau Sony mampu mendepak Bao Chunlai dan mengembalikan semangat dan harapan para penonton di stadium setelah patah arang kekalahan dua ganda campuran merah-putih?

Walaupun di set pertama Sony tampil tidak maksimal dan kalah, tetapi Sony berhasil lepas dari rantai yang mengekangnya dan bermain lebih cepat dan mengendalikan permainan di set kedua dan ketiga, sesuai dengan wejangan dari sang pelatih, Hendrawan. Resep tersebut terbkti menyulitkan Chunlai yang walaupun tetap tangguh tetapi pengembalian netnya mulai sering tersangkut.

Set kedua dan ketiga pun jatuh ke tangan Sony, 21-13, 21-16.

“Melihat cara bermainnya di set pertama, saya benar-benar mengira Sony akan kalah,” tukas Hendrawan, pelatih tunggal putra pelatnas. “Tetapi di set kedua ternyata dia bisa mengubah gaya permainannya dan diteruskan ke set ketiga.”

Mengenai gaya permainan Sony yang khas “Solo” alias lambat, Hendrawan mengatakan bahwa gaya tersebut tidak ada salahnya selama dapat menghasilkan angka.

“Ini sebuah sejarah. Sudah lama sekali tidak terjadi all-Indonesian final di Indonesia Open,” ujar Hendrawan yang sempat tegang mengikuti alotnya petarungan Simon melawan yunior Jepang tersebut. Sony masuk ke final ditemani oleh Simon Santoso yang menundukkan Kenichi Tago dari Jepang, peringkat 44 dunia, lewat tiga set ketat.

Maria Total Singkirkan Tiga Pemain Asal Tiongkok

Yang juga menjadi bahan pembicaraan adalah Maria Kristin Yulianti yang hari ini lagi-lagi membuktikan kepada dunia bahwa tembok China dapat ditembus. Setelah menembus dua mantan pemain tim nasional Tiongkok, Yao Jie (berbendera Perancis) dan Zhou Mi (berbendera Hong Kong), kali ini giliran asli Tiongkok, Zhang Ning yang tergilas lewat tiga set yang super menegangkan, 21-14, 20-22, dan 22-20.

Dari awal pertandingan, Maria telah memegang setir bola. Dengan cantik, bola diarahkannya ke depan, ke belakang, ke batas tipis garis kiri dan kanan depan net. Zhang Ning pun tidak dapat banyak berkutik.

Di set kedua, Maria masih melakukan hal yang sama, tetapi Zhang Ning mulai mengubah gaya permainannya. Kali ini atlit senior Tiongkok itulah yang memegang kendali lapangan dan membuat Maria terpontang-panting kesana-kemari. Maria mulai terlihat tidak nyaman dengan lututnya yang habis cedera. Alih-alih mengejar bola jauh dengan dua langkah, dia memilih satu langkah dan split, sehingga jangkauan pukulannya jadi sangat terbatas dan banyak bola yang tidak terkejar.

Melihat itu Zhang Ning mempergunakan kesempatan dengan baik. Dua pukulan penentu terakhir di set kedua diarahkan untuk jauh dari jangkauan Maria.

Set ketiga sangat menarik. Zhang Ning mulai meniru gaya permainan Maria yang tidak banyak smes tapi membuat lawan bergerak ke seluruh titik lapangan. Pertandingan tentu saja menjadi alot karena gaya permainan yang mirip dan keduanya sama-sama mengalami lemah lutut kanan.

Perolehan angka sangat alot dan terus berkejaran bahkan sampai angka kritis 16-16. Di penghujung set penentu ini, smes Maria bahkan banyak yang tersangkut di net, dan Zhang banyak menghujani Maria dengan pukulan keras.

Baiknya, Maria tidak patah arang. Dia terlihat tetap fokus dan termotivasi. Ketika Zhang lebih dahulu merebut angka 20, Maria pun menyusulnya dengan pengamatan yang baik atas daerah kosong Zhang.

Ketika akhirnya Maria menang 22-20, Istora bergemuruh luar biasa! Bahkan Sutiyoso pun turun dari pelataran VVIP dan langsung menyalami dan merangkul Maria sembari mengepalkan tinjunya, menandakan kebanggaan luar biasa.

Besok pertandingan final dimulai pukul dua siang. Membuka pertandingan final adalah all-Indonesian final, Sony Dwi Kuncoro melawan Simon Santoso, diikuti dengan ganda putra antara Candra Wijaya/Tony Gunawan melawan unggulan kedelapan asal negeri jiran, Zakry Abdul Latif/Fairuzizuan Tazari.

Vita/Lilyana tampil di urutan ketiga, berhadapan dengan unggulan ketiga asal negeri sakura, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna, diikuti dengan perjuangan Maria Kristin untuk berusaha menggilas pemain kelahiran Tiongkok lainnya, Zhu Lin.

Pertandingan penutup adalah partai ganda campuran antara Zheng Bo/Gao Ling (CHN) melawan Thomas Laybourn/Kamilla Rytter-Juhl (DEN).

22 comments 22 Juni 2008


Kategori Artikel

Artikel Terakhir

Komentar Anda

alpina pamugari di Rangking Atlet Indonesia (6 Ag…
ismail di Rangking Atlit Indonesia 100 B…
ismail di Rangking Atlit Indonesia 100 B…
ryan ichiro marto ha… di Lin Dan, Lututnya, dan Se…
aininalkh di Profil

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Bulutangkis

Non-Bulutangkis