Archive for Juni 19th, 2008
Catatan Pinggir Lapangan Hari Kedua Indonesia Open 2008

Nasionalisme vs Fanatisme

Hari ini bintang pujaan yang menarik untuk disimak adalah Bao Chunlai, pemain tinggi berparas ganteng dari negeri Tiongkok, unggulan kedua di partai tunggal putra. Ketika namanya disebut sebagai pemain selanjutnya di lapangan nomor dua, pekikan histeris para wanita dan gadis belia Indonesia pun membahana di seluruh istora! Bahkan ketika Chunlai bermain, pekikan, “Bao Chunlai Jia You!” (Berjuanglah, Bao Chunlai) dan “Bao Chunlai Wo Ai NIIIIII!!!!” (Bao Chunlai, I love YOUUUUU!!!!) dikumandangkan para wanita Indonesia ini selama pertandingan berlangsung. Dan tiba-tiba disinilah saya menyadari bahwa di lapangan nomor dua ini nasionalisme sedang tidak berlaku. Yang berlaku adalah fanatisme berdasarkan kegantengan paras. Kasihan Roslin Hashim yang menjadi lawannya… (Photo courtesy of The People’s Daily, China)
Alkisah Fashion Show Ala Kanada

Dari sisi kostum pemain, atlit wanita Kanada hari ini menarik perhatian para penonton. Lihatlah Charmaine Reid dengan baju pas badan dengan model bagian belakangnya yang berupa silangan di punggung (lihat gambar). Atau Anna Rice yang berkostum juga pas badan dan sleeveless (tanpa lengan). Melihat mereka seakan kita sedang disuguhkan peragaan busana modern kostum atlit putri bulutangkis yang semakin mendekati gaya kostum atlit putri tenis. Sayangnya kostum keren tidak berarti hasil permainan jadi ikut keren. Anna mengalami dua kekalahan hari ini, di tunggal dan ganda putri, sedangkan Charmaine sedikit lebih baik “nasibnya” karena walaupun terjungkal di tunggal putri, dia besok masih bermain di partai ganda putri. (Foto: Charmaine Reid dengan kostum model gaya silang belakangnya, (c) Yukon Badminton Association)
Bulutangkis dan Adopsi Teknologi
Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mewajibkan turnamen Super Series untuk dilengkapi dengan fasilitas Tournament Software. Bersyukurlah masyarakat Indonesia karena Indonesia Terbuka berkelas Super Series sehingga walaupun tidak bisa menonton di TV atau di Istora langsung, hasil terkini dapat diikuti dengan cukup seru lewat situs Tournament Software (www.tournamentsoftware.com). Pergerakan angka secara real-time tersebut ternyata bergantung pada setiap wasit lapangan yang telah disediakan dengan satu mini laptop yang terkoneksi ke Internet. Ketika ada pergerakan nilai, tangan sang wasit dengan sigap dan secepat kilat menari di atas laptop tersebut dan mengirimkan perubahan angka tersebut yang langsung terkirim via Internet dan langsung dapat dinikmati oleh para “penonton” Tournament Software di seluruh dunia. Semoga saja tidak lama lagi teknologi “pemantau garis” seperti yang dimiliki tenis juga terealisasi agar pertengkaran mengenai masuk/tidaknya sebuah pukulan dekat garis dapat diselesaikan dengan bukti yang lebih terpercaya.
33 comments 19 Juni 2008